UMAR IBNUL KHATTAB 13 – 23 H (634 – 644 M)
Umar ibnul khattab putra dari nufail
al-quraisy, dari suku bani adi. Sebelum islam suku bani adi ini terkenal
sebagai suku yang terpandang mulia, dan berkedudukan tinggi.
Di masa jahiliyah Umar bekerja
sebagai sodagar. Dia menjadi duta kaumnya dikala timbul peristiwa-peristiwa
penting antara kaumnya dengan suku arab yang lain. Sebelum islam begitu juga
sesudahnya, umar terkenal sebagai orang yang pemberani, yang tidak mengenal
takut dan gentar, dan mempunyai ketabahan dan kemauan yang keras, yang tidak
mengenal bingung dan ragu. Dak’wah islam di kala itu sangatlah lemah oleh
karena itu butuh sokongan yang kuat, karena itu rosululloh sendiri pernah
berdo’a:
“ya Allah ! kuatkanlah islah dari
salah seorang dua Umar, yaitu umr bin hisyam atau Umar bin khattab”
Do’a Rosululloh saw telah di
perkenankan tuhan dengan islamnya Umar bin Khattab, islamnya Umar menjadi salah
satu bukti nyata kemenangan umat islam.
UMAR DI ANGKAT MENJADI KHALIFAH
Abu Bakar telah menyaksikan percekcokan
yang terjadi di kalangan kaum muslimin demi Rosulullah pulang ke rahmatullah.
Kehendak-kehendak keinginan-keingina golongan yang bersimpang siur itu, nyaris
menimbulkan perpecahan di kalangan umat muslim.
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangn
Abu Bakar ingin menunjuk Umar sebagai penggantinya namun beliau
memusyawarahkanya terlebih dahulu dengan kaum muslimin. Dan dalam musyawarahitu
akan di tunjuk siapa penggantinya, siapa yang mereka sukai. Abu Bakar
mengemukakan Umar bin khattab sebagai calonnya, dan beliau pula yang di
kemukakan oleh kaum muslimin. Kemudian Umarpun menjadi Khalifah.
PERLUASAN ISLAM DI MASA ABU BAKAR
DAN UMAR
Fase-fase perluasan ke Persia dan
Romawi , kaum muslimin mengalami kemenangan kemenangan dalam perang sehingga
islam tersebar luas. Kaum muslimin telah mendapatkan kemnangan yang
gilang-gemilang di seluruh tanah arab.[1]
Faktor-faktor kemenangan kaum
muslimin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar